Besarnya Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak ditetapkan sebesar Rp.8.000.000,00 (delapan juta rupiah) untuk setiap Wajib Pajak.
Penjelasan: Untuk setiap Wajib Pajak diberikan Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak sebesar Rp 8.000.000,00(delapan jutarupiah). Apabila seorang Wajib Pajak mempunyai beberapa Objek Pajak, yang diberikan Nilai Jual Objek Pajak hanya salah satu Objek Pajak yang nilainya terbesar, sedangkan Objek Pajak lainnya tetap dikenakan secara penuh tanpa dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak. Contoh : 1. Seorang Wajib Pajak hanya mempunyai Objek Pajak berupa bumi dengan nilai sebagai berikut: -Nilai Jual Objek Pajak Bumi Rp3.000.0000,00 -Nilai Jual Objek Pajak Kena Pajak Rp 8.000.0000,00 Karena Nilai Jual Objek Pajak berada dibawahNilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak, maka Objek Pajak tersebut tidak dikenakan Pajak Bumi dan Bangunan. 2.Seorang Wajib Pajak mempunyai dua Objek Pajak berupa bumi dan bangunan masing-masing di Desa A dan Desa B dengan nilai sebagai berikut: a. Desa A Rp.8.000.000,00 -Nilai Jual Objek Pajak Bangunan Rp.5.000.000,00 Nilai Jual Objek Pajak untuk Penghitungan Pajak : Nilai Jual Objek Pajak Bumi Nilai Jual Objek Pajak Bangunan Rp.5.000.000,00(+) Nilai Jual Objek Pajak sebagai dasar pengenaan pajak . Rp13.000.000,00 Nilai Jual Objek Pajak Rp.8.000.000.00(-) Nilai Jual Objek Pajak untuk Penghitungan Pajak Rp.5.000.000.00 b. Desa B Rp.3.000.000,00 Nilai Jual Objek Pajak untuk Penghitungan Pajak : Nilai Jual Objek Pajak Bumi Rp. 5.000.000,00 Nilai Jual Objek Pajak Bangunan Rp.3.000.000,00(+) Nilai Jual Objek Pajak sebagai dasar pengenaan pajak Rp.8.000.000,00 Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak Rp. 0.00(-) Nilai Jual Objek Pajak untuk Penghitungan Pajak . Rp.8.000.000.00 Untuk Objek Pajak di Desa B, tidak diberikan Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak sebesar Rp 8.000.000,00(delapan juta rupiah), karenaNilai Jual ObjekPajak Tidak Kena Pajak telah diberikan untuk Objek Pajak yang berada di Desa A. 3. Seorang Wajib Pajak mempunyai dua Objek Pajak berupa bumi dan bangunan pada satu Desa C dengan nilai sebagai berikut : a. Obiek I -Nilai Jual Objek Pajak Bumi Rp.4.000.000,00 -Nilai Jual Objek Pajak Bangunan Rp.2.000.000,00 Nilai Jual Objek Pajak untuk Penghitungan Pajak: Nilai Jual ObjekPajakBangunan Rp.2.000.000,00(+) Rp. 6.000.000,00 Karena Nilai Jual Objek Pajak berada di bawah Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak, maka Objek Pajak tersebut dikenakan Pajak Bumi dan Bangunan. b. Obiek II Rp.1.000.000,00 -Nilai Jual Objek pajak Bangunan Rp.1.000.000.00(+) Rp.5.000.000,00 Penghitungan Pajak